Tepat Hari Ini, 47 Tahun Yang Lalu, Buku Catatan Leonardo Da Vinci Terjual Rp69 miliar

Dilansir dari laman History.com, Selasa (12/12/2017), buku catatan kepunyaan Da Vinci yang disebut sudah ada sejak tahun 1508 tersebut adalah satu dari 30 buku serupa kepunyaan pelukis yang terkenal dengan ‘Mona Lisa’ tersebut.

Untuk mendapatkan buku catatan tersebut, Hammer harus merogoh kocek sebesar US$ 5,1 juta atau setara dengan Rp 69 miliar–dengan kurs sekarang.

Buku catatan yang kini sudah berada di tangan Hammer itu terdiri dari 72 halaman kosong yang sebagiannya telah diisi dengan goresan-goresan berupa sketsa lukisan yang hendak dibuat oleh Leonardo da Vinci.

Peninggalan berharga milik Leonardo da Vinci ini, sempat berpindah tangan. Pada tahun 1690, pelukis Giuseppi Ghezzi menemukan buku catatan Da Vinci di sebuah peti milik Guglielmo della Porto — seorang pematung asal Italia. Kala itu, Guglielmo sempat menyimpan buku Da Vinci sebagai bahan pembelajaran.

Tahun 1717, buku ini kembali berpindah tangan. Thomas Coke — bangsawan pertama di wilayah Leicester — membeli manuskrip tersebut dan meletakkannya di antara koleksi seni para anggota kerajaan.

Baca juga  Apa sih Pujian yang Ingin Didengar Cewek dari Cowoknya?

Lebih dari dua abad kemudian, catatan yang kini lebih dikenal dengan sebutan Codex Leicester, muncul di blok pelelangan Christie’s di London.

Mulanya, catatan Da Vinci diprediksi akan terjual dengan harga mencapai US$ 20 juta. Namun, hanya ada tiga orang penawar dan terhenti diangka US$ 5,1 juta. Lewat penjualan ini, buku catatan peninggalan Da Vinci jadi manuskrip tertinggi yang pernah dilelang.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.