Kisah Kematian Bapak Nasional India Mahatma Gandhi

Mohandas Karamchand Gandhi, atau sering dipanggil Mahatma Gandhi, adalah bapak pembebasan India. Selama beberapa dekade, Gandhi memimpin gerakan kemerdekaan India untuk lepas dari kolonialisme Inggris. Gandhi adalah lulusan sekolah hukum di Inggris.

Ia kemudian mengawali karirnya sebagai pengacara di Afrika Selatan, yang saat itu masih di bawah kolonialisme Inggris. Namun, di sana, Gandhi justru menerima perlakuan diskriminatif. Ia pernah diturunkan dari kereta api karena bersikeras duduk di kursi klas utama yang diperuntukkan untuk kalangan kulit putih.

Kembali ke India, ia memimpin gerakan kemerdekaan. Ia menggunakan metode non kekerasan dan pembangkangan sipil/boikot. Gerakan ini disebut “Satyagraha” atau “Jalan Menuju Kebenaran”. Pada tahun 1920 an, ia memimpin gerakan boikot barang-barang Inggris dan menyerukan sikap non koperasi (menolak kerjasama). Tahun 1930-an, ia memprotes pajak garam oleh Inggris melalui long march sejauh 250 mil. Pada tahun 1940-an, tuntutan kemerdekaan menguat.

Saat itu, penguasa Inggris menangkap sejumlah tokoh pergerakan India, termasuk Gandhi. Ia dipenjara selama 2 tahun. Pasca perang dunia ke-II, Inggris mulai melunak dan menjanjikan kemerdekaan ke India. Namun, seperti biasa, Inggris menjalankan politik pecah belah: memaksa India menjadi dua negara dengan agama berbeda, yakni India (Hindu) dan Pakistan (Islam). Gandhi menolak proposal itu.

Baca juga  7 Kebiasaan Orang-Orang Superkaya, Nomor 6 Patut Dicoba

Taktik pecah belah Inggris itu berhasil membawa India dalam pertumpahan darah antara Hindu dan Islam. Gandhi sendiri berusaha menyatukan Hindu dan Islam untuk bersatu membentuk bangsa India.

Gagasan itu ditolak oleh Hindu garis keras. 30 Januari 1948, ketika sedang berdoa di halaman Birla House, New Delhi, Gandhi dibunuh oleh seorang pemuda Hindu garis keras. Pemuda itu bernama Nathuram Godse. Ia menembak Gandhi dengan pistol sebanyak tiga kali. Bapak nasional India itu tersungkur dan meninggal hanya setengah jam kemudian.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.