5 Kisah Inspiratif Selebriti yang Mengajarkan Kita untuk Tak Menyerah

Terkadang hidup tidak berjalan sesuai yang kita harapkan. Sulit mendapatkan pekerjaan setelah kuliah bertahun-tahun, jodoh tak kunjung datang, masalah keluarga datang silih berganti, hingga urusan pekerjaan yang seakan tak pernah habis.

Kalimat “Jangan menyerah!” mungkin terdengar klise, tetapi kita tak pernah tahu kejutan-kejutan yang bisa hadir dalam hidup.

Seperti yang dialami beberapa selebriti di bawah ini. Ada yang menderita selama puluhan tahun karena pelecehan seksual dan kekerasan, lalu bisa bangkit dan menjadi salah satu wanita paling kaya dan inspiratif di AS. Juga penulis yang sering mengalami penolakan, kemudian menemukan satu kesempatan yang berbuah manis. Simak ceritanya di bawah ini:

J.K. Rowling

Pada 1994, J.K. Rowling baru saja bercerai, hidup dari dana bantuan pemerintah, dan hampir tak sanggup memberi makan bayinya. Itu kondisi Rowling tiga tahun sebelum menerbitkan buku Harry Potter pertamanya, ‘Harry Potter and The Philosopher’s Stone.’

Saat mengerjakan Harry Potter, Rowling tak mampu membeli komputer atau mengeluarkan biaya membuat salinan novelnya yang berisi 90 ribu kata. Dia mengetik manual tiap versi dari novel itu melalui mesin tik yang dia punya, untuk dikirimkan ke berbagai penerbit.

Penolakan yang dialami Rowling tak terhitung banyaknya, hingga sebuah penerbit kecil di London, Bloomsbury, memberikan kesempatan kedua. Itupun karena anak dari CEO Bloomsbury yang berusia 8 tahun menyukai ceritanya.

Baca juga  Miris! Tubuh Ikan Ini Menjadi Bukti Buang Sampah Sembarangan Itu Berbahaya

Yang terjadi selanjutnya adalah sejarah.

Jim Carey

Jim Carrey masih berusia 14 tahun ketika ayahnya kehilangan pekerjaan, dan keluarganya berada di titik terendah. Jim harus hidup di dalam mobil van VW dalam pekarangan kerabatnya, dan bekerja di pabrik 10 jam sehari tiap pulang sekolah untuk menyambung hidup.

Meski hidup dalam nelangsa, Jim tak pernah kehilangan selera humor. Dia tampil untuk pertama kalinya di atas panggung dalam usia 15 tahun, memakai jas yang dibuat ibunya sendiri, dan menghidupkan suasana. Tapi tak membawanya ke mana-mana.

Setahun kemudian, pria kelahiran 17 Januari 1962 ini keluar dari sekolah untuk fokus sepenuhnya di dunia komedi. Jim pindah ke Los Angeles untuk mencari kesempatan yang lebih baik. Hampir tiap malam, dia menggantungkan mimpinya di taman Mulholland Drive dengan memvisualisasikan kesuksesan di masa depan.

Di suatu malam, Jim memacu dirinya sendiri dengan menuliskan cek US$ 10 juta untuk ‘Acting Service Rendered’ dengan tanggal Thanksgiving 1995. Sebelum tanggal itu, Jim sukses dengan film ‘Dumb and Dumber’.

Dia kemudian meletakkan cek yang sudah dalam kondisi usang itu—yang disimpannya di dompetnya sepanjang waktu—di peti mati ayahnya.

Sarah Jessica Parker

Sarah Jessica Parker lahir di kawasan tambang batu bara di kawasan kumuh di Ohio. Dia bungsu dari empat bersaudara. Orangtuanya bercerai saat Sarah berusia dua tahun, dan ibunya menikah lagi dengan tambahan empat anak.

Baca juga  Kebiasaan-kebiasaan Ini Bikin Kamu Menjadi Lebih Cerdas

Ayah tiri Sarah bekerja sebagai sopir truk, jadi sejak kecil Sarah sudah mulai menekuni hobinya menyanyi dan menari dengan lebih profesional.

Meskipun kondisi keluarganya kekurangan, ibu Sarah tak pernah lepas memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk aktif di bidang seni. Keluarga mereka memudian pindah ke Cincinnati mengikuti sekolah Sarah di bidang balet, musik dan teater lewat jalur beasiswa.

Saat Sarah berusia 11 tahun, keluarganya ikut dalam perjalanan ke New York memberi dukungan dalam sebuah audisi Broadway. Sarah dan saudara lelakinya berhasil mendapatkan peran kecil. Hingga kemudian satu pekerjaan menuntun ke pekerjaan lain dengan kesempatan yang lebih besar.

Emily Blunt

Sebelum dinominasikan dalam ajang Golden Globes serta memerankan karakter utama di film layar lebar, Emily Blunt hanyalah anak pemalu yang tak berani berbicara bahkan dengan teman sekelasnya.

Baca juga : Mengenal Sosok Warren Buffett, Wealthiest Investor in the World

Saat usianya 7-14 tahun, Emily mengalami kegagapan saat berbicara. “Aku dulunya anak yang pintar, dan banyak hal yang ingin aku ungkapkan, tapi aku tidak bisa melakukannya. Itu sangat menghantuiku,” kata Emily kepada majalah W.

Semuanya berubah ketika salah satu gurunya di sekolah mendorongnya untuk memerankan satu karakter dalam pertunjukan teater. Awalnya Emily sangat takut diberi kepercayaan sebesar itu. Untuk berbicara sehari-hari saja dia kesulitan. Tetapi gurunya terus memberikan dukungan, dan meminta Emily melatih aksennya suara karakter itu.

Baca juga  Menjual Keperawanan Demi iPhone 8, Gadis Ini Malah Kena Jebakan

Emily tak hanya berhasil, tapi momen itu mengubah hidupnya hingga dia menapaki tangga kesuksesan di Hollywood.

Oprah Winfrey

Oprah Winfrey menghadapi cobaan hidup sejak kecil. Dia menjadi korban kekerasan seksual dan berulang kali dilecehkan oleh sepupunya, pamannya dan teman keluarganya. Oprah bahkan sampai hamil dan melahirkan di usia 14 tahun. Bayinya meninggal dunia dua minggu kemudian.

Tapi Oprah tak pernah menyerah. Dia sekolah dengan sungguh-sungguh, dan berpikir hanya pendidikanlah yang bisa mengubah nasibnya ke depan. Prestasi Oprah membawanya ke pendidikan tinggi dengan beasiswa penuh.

Dia memulai kariernya di stasiun televisi sebagai staf, penyiar berita, hingga mendirikan jaringan televisi miliknya sendiri. Menurut Forbes, kekayaannya saat ini mencapai Rp 3 miliar atau sekitar Rp 40,1 triliun, yang berasal dari Oprah Winfrey Show, Harpo Productions, dan Oprah Winfrey Network.

Baca juga : Apa sih Pujian yang Ingin Didengar Cewek dari Cowoknya?

Oprah juga tak pelit untuk menyumbangkan sebagian pendapatannya. Dia sudah memberikan US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,3 triliun untuk pendidikan hingga 2012, termasuk 400 beasiswa di Morehouse College. Misinya adalah memberikan akses pendidikan berkualitas kepada murid-murid kulit hitam yang tidak beruntung.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.