Mengenal Visa Schengen, Tiket Ajaib Memasuki Benua Eropa

Sudah memiliki rencana untuk menjelajahi Eropa? Setelah puas hunting tiket dan merencanakan liburan terbaik untuk menjelajahi Eropa, kamu wajib untuk mengenal ‘tiket ajaib’ memasuki benua Eropa yang satu ini terlebih dahulu.

Ya, ‘tiket ajaib’ tersebut bernama Visa Schengen. Menurut situs http://www.schengenvisainfo.com/ , visa Schengen is the document issued by the appropriate authorities to the interested party for visiting/travelling in and within the Schengen Area.

Secara sederhana, visa Schengen adalah dokumen yang harus kamu urus terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Schengen. Kebanyakan negara Eropa tergabung dalam wilayah Schengen sehingga penting bagimu untuk mengurus ‘tiket ajaib’ satu ini sebelum memasuki wilayah Eropa.

Jumlah negara yang menjadi anggota wilayah Schengen sendiri terdiri dari 22 negara EU dan 4 negara EFTA. Ya, sebelum memasuki wilayah Eropa, ada baiknya kamu mengenal ‘tiket ajaib’ yang satu ini terlebih dahulu. Berikut ini kita akan membahasnya dalam mengenal visa Schengen, tiket ajaib memasuki Benua Eropa.

Mengenal Visa Schengen

Visa Schengen adalah dokumen yang harus kamu urus terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Schengen. Kebijakan Schengen diterapkan oleh sebanyak 26 negara di wilayah Eropa yang membebaskan penduduknya untuk berpindah selama masih dalam kawasan Schengen.

Negara yang Termasuk dalam Visa Schengen

Peta Negara-Negara Eropa yang Menjadi Bagian dari Schengen via www.schengenvisainfo.com

Negara-negara Schengen yang termasuk dalam wilayah Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Negara-negara yang termasuk dalam Schengen terdiri dari 22 negara EU dan 4 EFTA. Sementara itu, negara-negara yang belum termasuk dalam Schengen misalnya adalah Inggris, Romania, Bulgaria, Kroasia, Siprus dan Irlandia.

Mengenal EU dan EFTA

Mengenal European Union dan European Free Trade Association via http://europa.eu/about-eu/basic-info…yellow_low.jpg

Seperti yang sudah dibahas, negara-negara yang termasuk dalam visa Schengen sendiri terdiri dari negara-negara EU dan EFTA. Lalu, apa itu EU dan EFTA?

EU adalah singkatan dari European Union atau Uni Eropa. EU sendiri merupakan gabungan dari negara-negara di Eropa yang bergerak di mata uang yang sama, yaitu Euro.

Persatuan ini didirikan atas nama Perjanjian Uni Eropa atau yang lebih dikenal dengan nama Perjanjian Maastrict pada tahun 1992. Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan system supranasional dan antar pemerintahan.

Sementara itu, EFTA merupakan singkatan dari European Free Trade Association atau Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa. EFTA adalah blok dagang alternatif untuk negara-negara Eropa yang memilih untuk tidak bergabung dengan EU.

Saat ini, EFTA terdiri dari 4 negara yaitu Islandia, Norwegia, Swiss dan Liechtenstein. Konfensi EFTA ditandatangani tanggal 4 Januari 1960 di Stockholm.

Yang Harus Mendaftar Visa Schengen

Setelah mengenal latar belakang dari visa Schengen, selanjutnya kamu dapat mempelajari tentang siapa saja yang harus mendaftar visa Schengen.

Yang harus mendaftarkan visa Schengen adalah orang-orang yang berasal dari negara non-Schengen. Visa Schengen wajib untuk diurus sebelum berangkat menuju ke benua Eropa dengan berbagai tujuan, seperti belajar, bekerja atau liburan.

Mengenal Tipe-Tipe Visa Schengen

Visa Schengen terdiri dari berbagai tipe yang dapat diurus di konsulat atau kedutaan besar. Tipe-tipe visa Schengen adalah Uniform Schengen Visas (USV), Limited Teritorial Validity Visa (LTV) serta National Visa.

1. Uniform Schengen Visa (USV)

Uniform Schengen Visa (USV) adalah visa yang digunakan untuk memasuki negara Schengen (Schengen Area Member Countries). Visa ini dapat digunakan untuk transit maupun tinggal selama waktu tertentu di negara yang termasuk dalam wilayah Schengen.

Uniform Schengen Visa ini memiliki batas waktu maksimal hingga 90 hari selama 6 bulan. Nah, Uniform Schengen Visa ini dimulai sejak waktu pertama kali kamu memasuki daerah Schengen. Uniform Schengen Visa ini masuk dalam kategori A, B, dan C.

Kategori A berarti Airport Transit Visa. Airport Transit Visa ini digunakan untuk kamu yang ingin mengganti penerbangan dari negara-negara Schengen ke negara non-Schengen.

Sementara itu, kategori B berarti Transit Visa. Transit Visa ini digunakan untuk kamu yang ingin transit tidak lebih dari lima hari.

Kategori C berarti Short Term Visa. Short Term Visa ini berarti kamu bisa transit atau tinggal di waktu tertentu. Namun tentu saja, waktu tersebut termasuk dalam waktu yang singkat.

2. Limited Territorial Validity Visas (LTV)

Selain Uniform Schengen Visa, ada lagi jenis lain dari visa Schengen, yaitu Limited Territorial Validity Visas. Limited Territorial Validity Visas adalah jenis visa Schengen yang diperuntukkan untuk kondisi tertentu.

LTV ini hanya dapat kamu gunakan di negara tempat kamu mengurus visa atau di negara Schengen yang disebutkan secara spesifik ketika kamu sedang apply visa Schengen.

Ini artinya, selain negara-negara tersebut, maka kamu tidak diperbolehkan untuk memasukinya dengan menggunakan Limited Territorial Validity Visa (LTV).

3. National Visas

Selain Uniform Schengen Visa dan Limited Territorial Validity Visa, terdapat jenis visa Schengen lain yang dapat kamu ketahui. Ya, tipe tersebut adalah tipe National Visas.

National Visas sendiri tergolong dalam kategori D. National Visas ini digunakan untuk kamu yang ingin belajar, bekerja atau berencana untuk tinggal menetap menjadi Permanent Resident di salah satu negara yang terdaftar dalam Schengen.

National Visas biasanya termasuk dalam jenis single entry, yang dapat digunakan untuk satu kali memasuki negara Schengen dengan periode tertentu.

Perbedaan Antara Single Entry dan Multiple Entry

Ketika memasuki Eropa dengan menggunakan visa Schengen, visa yang akan kamu dapatkan dibedakan menjadi dua, yaitu single entry dan multiple entry.

Single entry berarti kamu hanya dapat memasuki negara-negara Schengen sebanyak satu kali. Sementara itu, multiple entry berarti kamu bebas berkali-kali masuk ke negara Schengen. Hal ini berarti kamu tetap dapat menjelajahi negara-negara Schengen selama masih dalam jangka waktu yang ditentukan.

Biaya yang Harus Kamu Persiapkan untuk Mendapatkan Visa Schengen

Biaya yang harus kamu persiapkan untuk mendapatkan visa Schengen sendiri disesuaikan dengan tujuanmu mendaftar visa Schengen serta umurmu. Nah, biaya pengurusan visa Schengen ini tergolong non-refundable sehingga tidak dapat dikembalikan.

Biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan Airport Transit Visa adalah sekitar 60 EUR. Sementara itu, biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapat Short Visa (dengan masa kunjungan di bawah 90 hari) adalah sekitar 60 EUR.

Biaya yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkan Long Visa (dengan masa kunjungan di atas 90 hari) adalah sekitar 99 EUR.

Mempelajari Asuransi Perjalanan

Inilah dia salah satu komponen visa Schengen yang harus kamu pertimbangkan. Asuransi perjalanan diperuntukan untuk kamu yang mengunjungi Eropa dalam jangka waktu yang tidak begitu lama atau masih tergolong temporer.

Asuransi perjalanan ini diperuntukkan baik untuk individu, grup perjalanan, turis maupun business traveler. Asuransi perjalanan yang direkomendasikan mencapai sekitar 30.000 EUR.

Asuransi perjalanan ini akan meng-cover para traveler setiap hari dalam kurun waktu tertentu selama berada di Eropa. Ya, asuransi perjalanan ini harus valid untuk digunakan selama traveler berada di Eropa.

Artikel Terkait

Baca juga  Rekomendasi Spot Diving Untuk Kamu yang Hobi Nyelam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.