Mengenal Sosok Warren Buffett, Wealthiest Investor in the World

Siapa Warren Buffett? Warren Edward Buffett adalah salah satu orang terkaya didunia yang mengumpulkan harta kekayaannya dari investasi. Dalam artikel ini saya ingin menceritakan kisah seorang Warren Buffett orang yang sangat saya kagumi. Di artikel ini saya hanya akan menceritakan sedikit tentang siapa beliau karena teman-teman dapat cari kisahnya di banyak buku dan juga di Mbah Google. Yang ingin saya tekankan di sini adalah filosofi seorang Warren Buffett, Karena filosofinya dalam berinvestasi Warren buffet pernah menjadi orang terkaya di dunia nomor 1 dan sekarang menjadi orang terkaya nomor 3 di dunia versi Forbes (total kekayaannya saat artikel ini ditulis adalah $73.7 billion atau sekitar 960 triliun Rupiah). Buffett juga seorang philanthropist yang sangat berdedikasi, yang bersumpah akan menyumbangkan 99% harta kekayaannya.

Warren Buffett lahir pada tanggal 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, AS. Beliau sudah belajar berinvestasi (saham) sejak umur 11 dan mengatakan bahwa kehidupannya sia-sia ketika dulu belum belajar berinvestasi. Dalam 50 tahun terakhir imbal hasil yang dimiliki oleh portofolio Warren Buffett adalah sekitar 24,7%. Yang berarti keuntungannya berlipat ganda setiap 2,9 tahun. Gaya berinvestasi Warren buffett sekarang dipengaruhi oleh 2 orang gurunya yaitu Benjamin Graham (bapak investasi nilai) dan Philip Fisher (Bapak Investasi Pertumbuhan). Berikut adalah kalimat-kalimat / filosofi yang saya pelajari dari seorang Warren Buffett dalam Berinvestasi:

“Rule No. 1: Never lose money. Rule No. 2: Never forget rule No.1”

Salah satu rahasia untuk menjadi kaya adalah bunga-berbunga (compund interest). Semakin besar jumlah uang yang kita miliki di awal maka lebih baik. Contoh sederhana adalah ketika kita memiliki uang 1 miliar Rupiah. Jika kita kehilangan 50% di tahun pertama investasi yang di mana berarti uang kita tinggal 500 Juta. Bunga yang dibutuhkan dari 500 juta untuk kembali menjadi 1 miliar adalah 100%. Semakin besar kerugian kita, semakin terasa dampaknya terhadap kemampuan kita menghasilkan uang di masa mendatang.

“Invest in what you know… and nothing more”

Warren menegaskan untuk memahami setiap bisnis tempat dia berinvestasi, dan ini adalah salah satu kunci utama dalam keberhasilannya. Jika tidak memahami sesuatu Warren tidak akan berinvestasi di dalamnya. Ajaran ini terkenal karena tidak membuatnya tidak berinvestasi dalam perusahaan industri teknologi (warren sempat di ejek pada saat itu), karena Warren sendiri tidak memahami perusahaan tersebut. Dia menyukai sesuatu yang pasti yaitu bisnis yang dimengertinya dan dijual dengan harga yang menarik.

“Only buy something that you’d be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years.”

Setiap 2 tahun dimulai dari tahun 60an dan berlanjut hingga 90an. Warren dan sekelompok pengikut Benjamin Graham berkumpul untuk membincangkan filosofi. Salah satu pertanyaan konseptual yang mereka tanyakan adalah: “Jika anda harus menaruh semua uang anda dalam satu saham dan anda pergi kedalam sebuah pulau kecil dalam 10 tahun, anda akan memilih saham apa?” Pertanyaan-pertanyaan ini menyebabkan mereka berhenti berpikir jangka pendek dan mulai berpikir dalam jangka panjang. Ketika kita mulai berpikir jangka panjang kita harus memikirkan situasi makro ekonomi, produk yang tahan lama, margin yang tinggi, teknologi yang tidak ketinggalan zaman dan hal-hal lainnya. Nah menurut teman-teman sendiri saham apa yang akan teman pilih di BEI?

“Diversification is protection against ignorance. It makes little sense if you know what you are doing.”

Risk comes from not knowing what you are doing. Warren mengetahui apa yang dilakukannya sehingga dia lebih suka mengkonsentrasikan investasinya pada beberapa telur yang dipilihnya dengan hati-hati dan dia mengawasinya seperti seekor elang.

“It is not necessary to do extraordinary things to get extraordinary results.”

Sebagai investor, teman-teman tidak perlu mencoba menjadi kaya dalam semalam untuk menjadi kaya. Target investasi Warren sendiri hanyalah 20% pertahun, bukan 200%. Jika kita menginvestasikan 10 juta rupiah selama 20 tahun dengan bunga 20% per tahun maka uang kita menjadi 528 Juta rupiah. Pertahankan hal tersebut selama 40 tahun, makan uang kita menjadi 28 Miliar Rupiah. Pesan Warren adalah kita harus fokus pada pertandingan jangka panjang, bukan kemenangan sesaat.

 

Kayanya cukup segini pembahasan tentang Warren Buffett. Semoga teman-teman cukup terinspirasi! 🙂

Artikel Terkait

One thought on “Mengenal Sosok Warren Buffett, Wealthiest Investor in the World

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *