Intip Desa Ninja Di Jepang, Yuk!

Bicara soal petarung di Jepang, pasti gak bakal lepas sama sosok seorang ninja. Ya, petarung yang seringkali disebut sebagai pembunuh bayaran atau agen rahasia, terkenal akan gerak-geriknya yang sangat cepat sehingga dianggap tak kasat mata oleh para musuhnya.

Ninja identiknya dengan pakaiannya yang berwarna serba hitam. Tak jarang kita dapat menemukan beberapa film yang mengkisahkan perjalanan seorang ksatria dari Jepang ini. Di Jepang sendiri hingga saat ini ternyata masih menyisahkan beberapa desa yang masih meninggalkan beberapa kebudayaan ninja. Ada di mana tuh? Berikut ulasannya.

Akame Ninja Village

Ada sebuah desa kecil di wilayah barat Jepang bernama Akame, yang masih melestarikan kebudayaan Ninja hingga saat ini. Kita bisa melihat beberapa rumah khas Jepang yang dilatari air terjun, yang seolah menjadi daya tarik bagi seorang petarung misterius ini seperti di film pada umumnya.

Kalo kamu berminat dan punya passion dengan seorang ninja, kamu bisa banget mampir ke tempat yang satu ini. Tempat ini dapat kita temukan setelah perjalanan dua jam dengan kereta api di Osaka, yang terletak di distrik Iga, jauh dari jangkauan politik Jepang. Akame sendiri salah satu dari dua provinsi utama pelatihan Ninja.

Baca juga  Inilah Olahraga Paling Aneh di Seluruh Dunia, Mau Mencobanya?

Ngomongin soal sejarah petarung misterius Jepang ini, Ninja awal mulanya terkenal di Jepang sejak abad ke-15 dan abad ke-17 di periode Sengoku. Pada saat itu, ketika para pemimpin militer berusaha untuk memperebutkan kekuasaan, Ninja inilah yang memiliki tugas sebagai intelijennya, sebagai pengumpul informasi sekaligus pembunuh.

Ketika berada di Akame sendiri, agan bakal disambut ramah oleh pelatih akademis Ninja. Setelah itu, di tur selanjutnya kita akan dibawa menuju Museum Ninja di kaki bukit, dan juga melihat ada sebuah kastil elegan di atas bukit yang dikenal dengan nama White Phoenix.

Kastil White Phoenix dibangun 53 tahun yang lalu di tahun 1964. Kastil ini menampilkan sejarah penduduk ternama di era ninja populer saat itu. Dekorasi dari kastil ini mengikuti rumah ninja yang khas, yang lengkap dengan kamar tersembunyi dan jalan keluar rahasia agar si ninja bisa menyusup dengan aman. Bener-bener kaya di rumah ninja di film deh.

Museum ini juga menampilkan beberapa atraksi khas ninja seperti berlatih, berlayar, menggunakan bintang-bintang di malam hari sebagai senjata khas dan menggunakan kucing untuk mengindentifikasikan waktu. Atraksi mirip dengan yang sering ditampilkan di film-film ninja deh.

Baca juga  Desa Adat Penglipuran di Bali, Desa Wisata yang Kental Unsur Bali

Inti dari tur di desa Ninja ini adalah memberi pesan bahwa untuk menjadi seorang ninja tidaklah mudah. Bukan hanya butuh sikap disiplin, tapi juga pola fikir yang baik agar menjadi seorang Ninja yang berkualitas. Pastinya kalo gak kuat mental dan fisik sih, bakal susah banget buat jadi seorang ninja.

Mulai dari melatih fisik di hutan belantara, belajar membuat obat dan racun bagi para musuh dari tanaman asli, berenang dan belajar skill bela diri hingga yang paling penting yaitu berlatih menjadi siluman agar mampu menyusup ke dalam bangunan dan merayap di atas musuh adalah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seseorang yang ingin menjadi seorang ninja.

 

Nah itu tadi sedikit cerita soal desa Ninja yang berada di wilayah barat Jepang.
Punya rencana kapan ke Jepang nih?
Jangan lupa mampir ke desa ninja ya!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.