Desa Adat Penglipuran di Bali, Desa Wisata yang Kental Unsur Bali

Desa Adat Penglipuran di Bali, Desa Wisata yang Kental Unsur Bali

Namanya ialah Desa Adat Penglipuran. Ya, desa ini merupakan salah satu objek wisata di Pulau Bali yang cukup unik dan memiliki ciri khas yang tidak akan didapatkan di tempat lain. Jika kamu berpikir bahwa objek wisata Pulau Bali ialah pantai saja, kamu salah besar. Mengapa? Karena Desa Adat Penglipuran ini ialah desa wisata yang wajib kamu kunjungi ketika sedang di Bali. Mengapa seperti itu? Kira-kira apa saja keunikan yang dimiliki oleh desa wisata yang satu ini? Berapa tiket masuk ke desa wisata ini? Bagaimana cara mengakses ke desa ini? Berikut kita akan membahas seluruhnya tentang destinasi Desa Adat Penglipuran secara lengkap.

Info Lengkap Desa Adat Panglipuran

Masuk kepada bahasan pertama yakni tentang informasi mendasar seputar lokasi Desa Adat Penglipuran ini. Desa adat Bali yag satu ini sangat kental dengan kebersamaan dan kerukunan yang leluhur mereka wariskan. Desa ini berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali Timur. Meskipun desa adat dan desa wisata, namun desa ini pernah mendapatkan penghargaan kalpataru oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sejak tahun 1995, desa ini menjadi desa wisata yang semakin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan dan keasrian Desa Adat Penglipuran.

Baca juga  Mbaru Gendang Ruteng Puu, Kampung Adat Tertua di Flores Barat

Nama Desa Adat Penglipuran ini bukan sembarang nama. Penglipuran berasal dari kata pengeling pura, yang berarti tempat suci yang ditujukan untuk mengenang para leluhur. Masyarakat desa adat ini sangat menjunjung apa yang diamanatkan dan diwariskan oleh leluhur mereka. itulah yang menjadi keunikan pertama dari desa wisata ini. Amanat yang hingga saat ini dijunjung ialah kerukunan diantara masing-masing warga. Keunikan kedua yang dimiliki oleh desa adat ini ialah desain dan arsitektur bangunan tradisional. Hampir seluruh bangunan di desa ini memiliki arsitektur yang sama persis. Mulai dari ujung desa sampai ke ujung yang lainnya. Kesamaan arsitektur yang dimiliki membuat pemandangan yang nampak ialah kesimetrisan. Satu rumah dengan rumah lainnya sangat simetris. Pintu gerbang tiap rumah saling berhadapan dan hanya dipisahkan oleh jalan kecil. Pintu gerbang yang mereka gunakan disebut dengan angkul-angkul. Jalan utama yang ada di Desa Adat Penglipuran ini ternyata mengarah pada bagian utama desa yang berada di puncak yang paling tinggi.

Baca juga  Mengenal Visa Schengen, Tiket Ajaib Memasuki Benua Eropa

Cara mengakses Desa Adat Penglipuran tidak boleh sembarangan. kamu harus memarkirkan mobil atau kendaraan lainnya pada satu lahan yang luas. Kendaraan kamu tidak boleh masuk pada kawasan desa ini. Tidak adanya polusi membuat desa ini tetap asri hingga saat ini. Kamu yang memarkir kendaraan hanya akan ditarik biaya sebesar 5000 Rupiah. Total luas wilayah desa ini ialah 112 hektar dan tidak terlalu lelah untuk berjalan sambil menikmati keindahan alamnya. Masuk ke desa wisata ini kamu akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar 15.000 Rupiah untuk Wisatawan lokal dan 30.000 Rupiah untuk Wisatawan mancanegara.

Jika kamu yang akan mengunjungi Desa Wisata ini disarankan datang pada saat Hari Raya Galungan atau setelah perayaan Galungan usai. Hal tersebut akan menambah pengalaman kamu karena akan banyak Penjor berdiri dan berjejer rapi disetiap depan rumah yang akan menambah keindahan suasana dan pemandangan Desa Adat Penglipuran.

Sebagai informasi tambahan Desa Adat Penglipuran dinobatkan sebagai salah satu Desa Terbersih di Dunia.

Baca juga  Menelusuri Keangkeran Hutan Aokigahara di Jepang

Demikianlah berbagai informasi mengenal Desa Adat Penglipuran. Yang perlu kamu ingat kemanapun kamu berwisata ialah kamu harus menjaga sopan santun dan kebersihan di tempat wisata yang kamu kunjungi. Kamu boleh saja mengabadikan momen, namun tetap perhatikan instruksi bahkan larangan yang ada di tempat wisata yang kamu kunjungi termasuk Desa Adat Penglipuran. Kamu tertarik? Selamat Berwisata!

Artikel Terkait

One Reply to “Desa Adat Penglipuran di Bali, Desa Wisata yang Kental Unsur Bali”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.