Bernostalgia Dengan Mainan Dari Anime Jaman Dulu

Tahun 90an mungkin merupakan potongan surga terakhir yang bisa didapatkan oleh seluruh anak di Indonesia. Mulai dari kartun atau anime minggu pagi yang selalu memanjakan generasi 90 ketika libur sekolah, sampai mainan-mainan legendaris berharga murah yang membuat anak 90an aktif bermain di luar ruangan. Tak sedikit pula mainan-mainan itu terinspirasi dari kartun atau anime yang sering kamu tonton di Minggu pagi.

Untuk itu, mari kita sedikit nostalgia dengan deretan mainan yang terinspirasi dari anime yang pastinya pernah kamu koleksi.

Tamiya

Sebagai generasi 90an, Tamiya merupakan mainan maha legendaris yang wajib dikoleksi. Populernya Tamiya di Indonesia tentu tak terlepas dari anime Let’s n Go yang rutin tayang setiap hari Minggu pagi di RCTI. Anime Let’s n Go menceritakan petualangan Go dan Retsu dengan mobil tamiyanya masing-masing untuk membuktikan tamiya milik siapa yang terhebat. Tentunya dengan jurus-jurus yang mahadahsyat. ehem Magnum Tornado…

Bukan sekedar adu cepat saja, anime ini juga mengajarkan arti persahabatan antara Go dan teman-temannya. Berkat anime itu juga lah, toko-toko tamiya mulai menjamur di Indonesia. Berbagai balapan tamiya pun sering diselenggarakan baik itu tingkat kota atau nasional dan diikuti para peserta mulai dari anak kecil sampai orang dewasa.

Beyblade

Bisa dibilang beyblade adalah gasing versi modern. Mainan yang terinspirasi dari anime dengan judul sama ini sempat menjadi primadona hampir seluruh anak 90an. Saking serunya bermain beyblade, kamu bisa melihat percikan api ketika dua beyblade beradu di wajan penggorengan.

Karena arenanya rada mahal dan ga mungkin dibeliin sama ortu jadi dipakailah wajan penggorengan. Biasanya berakhir dengan wajan dicariin sama emak.

Crush Gear

Boleh dibilang ini fusion alias gabungan antara Tamiya dan Beyblade. Crush Gear berbentuk seperti mobil tapi bertujuan bukan untuk balapan seperti Tamiya tapi untuk adu kuat seperti Beyblade.

Kartu Yu-Gi-Oh

Dari sekian banyak jenis kartu yang pernah dikoleksi, mungkin kartu Yu-Gi-Oh! lah yang paling memorable. Ketika anime Yu-Gi-Oh! tayang di TV swasta, dengan serentak duel kartu ini pun mewabah dan membuat orang-orang keranjingan mengoleksi seri kartunya. Bahkan bukan cuma di Indonesa, pada tahun 2009 Guinness World Records mencatat bahwa kartu-kartu Yu-Gi-Oh! sudah terjual lebih dari 25 miliar di seluruh dunia.

Enggak sedikit loh yang sampai sekarang masih setia memainkan seri kartu Yu-Gi-Oh! ini. Sekedar info, permainan Yugioh ini sudah berkembang jauh leih rumit dibanding ketika zaman jahiliyah dulu. Mulai dari metode pemanggilan monster yang makin rumit, sampai magic dan trap yang makin banyak jenisnya.

Kalau dulu lawan manggil Blue-Eyes White Dragon kita udah stress, sekarang Naga itu bisa kita singkirkan dengan mudah. Selain itu di jaman sekarang banyak sekali kartu yang overpower, bukan ga mungkin lawan bisa menang dengan satu putaran.

Tamagotchi

Sebelum demam Pokemon GO menjangkiti seluruh masyarakat Indonesia, generasi 90an telah merasakan bagaimana memelihara monster digital dalam bentuk tamagotchi. Di sini pemain dituntut untuk memelihara dan rutin memberi makan hewan digital sampai tumbuh dewasa. Selain tamagotchi, ada juga Digivice, meskipun mirip namun di Digivice pemain bisa mengevolusi berbagai macam hewan atau monster seperti di anime Digimon.

Selain itu, tamagotchi versi Digivice juga bisa diadu dengan Digimon teman. Jadi kita ga sibuk sendiri sama si Digimon milik kita.

Artikel Terkait

Baca juga  Dulu Kurus Kering, Kini Penampilan Buncit Macaulay Sangat Mengejutkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.